Desa Ambunten Timur adalah desa yang identik dengan desa santri dan banyak pondok serta tempat ibadah lainnya seperti mushalla dan masjid. Di desa Ambunten Timur khusunya di dusun jungtorok laok memiliki kebiasaan dalam hal mengaji di mushalla, di masjid maupun mengaji di rumah ustadz, yaitu dimana anak-anak yang mengaji dilakukan pada saat pagi hari, sore hari, dan malam hari. Maka dari itu kami kelompok KKN 38 ingin mengetahui sistem pembelajaran mengaji di di dusun jungtorok laok, dimana tempat yang kami tuju yaitu mushalla, masjid dan di rumah ustadz. Untuk di mushalla dan di masjid kami mengajar ngaji pada sore hari sedangkan di rumah ustad kamimengajar mengaji pada malam hari. 
            Sistem pembelajaran ngaji di mushalla yaitu dimana setelah melakukan shalat Ashar berjemaah di mushalla, anak-anak melakukan ngaji bersama menggunakan microfon, lalu setiap anak menyetorkan hafalan masing masing dan setelah menyetorkan hafalan mereka melajutkan untuk belajar mengaji. Dan untuk sitem pembelajaran ngaji di masjid, tempat mengajar antara anak perempuan dan anak laki-laki memiliki tempat yang berbeda layaknya seperti pondok. Dan untuk anak perempuan yaitu mereka menulis ayat yang sudah ditulis di papan lalu setelah itu mereka mengaji kitab iqra’ dan untuk anak laki-laki mereka juga memiliki sistem yang sama hanya saja anak laki-laki menyetorkan hafalan. Seedangkan untuk sistem mengaji di rumah ustad dilakukan pada saat malam hari yaitu dimana ana-anak menyetorkan hafalan surat-surat pendek, lalu menulis ayat yang sudah ada di papan dan setelah itu mengaji iqra’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib